Kamu!

Aku menemukannya. Seorang lelaki sederhana yang berkomitmen untuk menjagaku di sisa hidupnya.

Entah karena baru permulaan, atau memang karena aku mulai jatuh cinta kepadanya. Aku mulai merasa mengaguminya, menyanjung semangatnya, dan selalu bahagia melihat senyumnya.
Aku selalu ingin menatapnya lebih lama seakan hari esok tak mampu melihatnya lagi. Sayang, waktu memaksaku untuk melepaskannya sejenak demi memenuhi keegoisanku. Tidak, sebenarnya ini pun tidak menceritakan tentang keegoisan. Hanya saja aku masih memiliki tanggung jawab di tempat lain.

Ya, aku masih terjebak di sini. Di tengah-tengah orang lain yang juga peduli terhadapku. Berada di sekitar orang lain yang juga kuyakini menyayangiku, tapi tak kutambatkan hatiku pada mereka.
Suatu hari nanti, bila waktunya hampir tiba, aku tak bisa berpikir lebih lama lagi. Aku harus melangkah, bila perlu aku akan berlari menjumpainya. Menjumpai dirinya yang telah kuputuskan untuk kutitipkan hati ini, bahkan raga ini.

Aku memang bahagia berada di titik ini, namun aku harus menyadari bahwa titik ini bukanlah akhir dari jalanku. Langkahku harus berakhir padamu. Pada dirimu yang telah berani mengungkapkan isi hati di hadapan orang paling luar biasa dalam hidupku selama ini, orang tuaku.

Untukmu yang telah mengambil keputusan dan menetapkan hati. Percayalah, aku akan berusaha untuk melakukan banyak hal. Mungkin aku tak bisa langsung memberikan hal terbaik padamu. Namun, selalu berilah aku kesempatan untuk memulai proses, dan selalu berproses hingga mencapai titik itu.


Terima kasih kusampaikan padamu yang telah membuatku terkesima.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Problem (one)

How Are You Today?

Sometimes