Problem (one)
Malam yang sepi dan sunyi, ditemani dua kawan yang sama-sama terdiam dengan tugasnya masing-masing. Bagaimana denganku? Aku hanya pura-pura diam dan sudah belajar fokus kerja sedari pagi. Kini, aku benar-benar merasakan dan membuktikan perkataannya. Apa ia masih ingat dengan hal yang pernah ia katakan sebelumnya? Apa karena ia pelupa, lalu hal itu juga masuk dalam daftar yang dilupakan? Kalimat itu selalu terngiang-ngiang dalam benakku sebagai bekalku mempersiapkan hati dan mental ketika hal itu ternyata benar-benar terjadi. “ Bila kata menikah tidak hanya berada di dalam hati dan telah diucapkan dengan lisan, tentu akan banyak sekali cobaan yang akan menghampiri pasangan itu untuk menguji mereka hingga mereka akan bimbang untuk melanjutkan hubungannya atau mengambil langkah mundur.” Ya, kurang lebih kalimat itulah yang pernah diucapkannya dan bahkan aku mendengarnya sekali melalui adegan sinetron di salah satu channel kala itu. Mungkin saat inilah cobaan datang pada hubun...