Sometimes
Sometimes, I think it could
be my choice this time is wrong.
Terkadang,
aku takut dengan pilihan yang aku putuskan saat ini. Aku takut bahwa pilihanku
mungkin saja salah dan akan membuatku menyesal di kemudian hari.
Sedikit
tak percaya bahwa semua seakan berjalan baik-baik saja. Hanya butuh waktu
singkat untuk menyelesaikan semuanya. Mungkin ini adalah sebuah jawaban setelah
sekian lama aku dan dia mengalami berbagai hal yang sulit. Benarkah demikian?
Ya,
tapi itu hanya kadang-kadang. Selebihnya, aku selalu berusaha untuk meyakinkan
hatiku bahwa pilihanku saat ini pastilah yang terbaik. Jodoh terbaik yang
benar-benar telah Allah kirimkan untukku setelah sekian lama aku berdoa dan
berusaha.
Have
you ever been afraid?
Bukankah
rasa takut adalah hal yang wajar? Bagaimana menurutmu?
Lebih
dari rasa takut akan keputusanku yang mungkin saja salah, aku lebih takut bahwa
bisa saja aku tak bisa mengenalmu dengan baik dan memahamimu dengan begitu tulus.
Sudah
hal yang tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak sifat yang kita tidak saling
ketahui. Dengan berjalannya waktu, kita akan selalu menemukan hal baru. Aku
takut jika ternyata ada keraguan yang muncul dalam diri, “Apa aku bisa
menghadapinya, apa aku tahu bagaimana cara menyikapinya?”
Kenapa
begitu banyak rasa takut yang aku miliki? Bukankah selalu ada dua kemungkinan
di masa depan? Jika saja saat ini aku berpikir mengenai rasa takut itu,
bukankah seharusnya aku juga berpikir mengenai kemungkinan lainnya? Kemungkinan
bahwa semua bisa saja tak berjalan sesuai ketakutanku? Ya, dan tentu saja itu
adalah harapanku sebenarnya.
Aku
bukanlah orang yang pandai memahami perasaanku sendiri. Aku bukan pula orang
yang pandai mengungkapkan perasaan dalam kata. Akan tetapi, aku mungkin bisa menggambarkannya dengan penjelasan panjang.
“Ya,
sejauh ini aku bahagia bisa mengenalnya. Aku bahagia dengan pertemuan singkat
kami di awal dan aku senang bisa melangkah sejauh ini dengannya. Meskipun aku
memiliki rasa takut, aku berusaha untuk menepisnya. Meskipun banyak sad love
story yang pernah aku dengar dan lihat, aku berusaha meyakinkan hatiku bahwa
aku tidak akan mengalaminya. Meskipun hatiku terlalu rapuh untuk memahami apa
itu cinta, tapi aku selalu berusaha bahwa aku pun memiliki hak untuk merasakan
segenap cinta.”
“Aku
bahagia, dan aku akan membuktikan kepada diriku bahwa aku akan selalu bahagia. Hatiku
boleh saja rapuh, tapi percayalah bahwa aku adalah wanita tangguh dengan mental
sekuat baja. Aku akan mencintai diriku dan aku yakin bahwa ia dapat
melengkapinya dengan segala kebahagiaan.”
Thank’s
to Allah for everything.
Komentar
Posting Komentar